Kamis, 21 Juni 2018

Wanita-Wanita Yang Haram Untuk Dinikahi

A. Wanita-wanita yang haram dinikahi berdasarkan nash Al-Qur'an ada empat belas orang. Tujuh karena nasab (pertalian darah). Mereka adalah:
1. Ibu dan nenek terus ke atas
2. Anak dan cucu terus ke bawah
3. Saudara perempuan
4. Bibi dari pihak ayah
5. Bibi dari pihak ibi
6. Keponakan dari saudara laki-laki
7. Keponakan dari saudara perempuan

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan (An-Nisa' [4] : 23 )

B. Dua orang karena persusuan. Mereka adalah :
1. Ibu susuan
2. saudara perempuan sepersusuan
                                                                      وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ
(Juga) ibu-ibumu yang menyusui kamu dan saudara perempuan sepersusuan. (An-Nisa' [4] :23 )

C. Empat orang karena mushaharah ( hubungan pernikahan ) mereka adalah :
1. Ibu mertua
2.Anak tiri jika ibunya telah digauli
3. Istri ayah (ibu tiri )
4. Istri dari anak laki-laki (menantu )
haramnya Istri bapak berdasarkan firman Allah Swt :
                                                                                                      وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ
Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu ( An-Nisa' [4] ; 22 )

Adapun keharaman ibu mertua, anak tiri jika ibunya telah digauli, dan menantu berdasarkan firman Allah Swt :
وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ 
ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); ( An-nisa' [4] :23 )

D. Satu orang wanita haram dikumpulkan dalam pernikahan, yaitu saudara perempuan dari istri. 
Dasarnya adalah firman Allah Swt :
                                                                         وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ
Dan ( diharamkan pula ) menghimpunkan ( dalam pernikahan ) dua orang wanita yang bersaudara, kecuali yang terjadi pada masa lampau ( An-Nisa' [4] : 23 )

Penjelasanya tidak boleh memiliki dua istri adik kakak. ( poligami )


sumber : Fikih Islam lengkap Madzhab Syafi'i penulis DR. Musthafa Dib Al-Bugha

Rabu, 20 Juni 2018

Tiga Nama Umar Dalam Sejarah Islam

1. Umar bin Khatab Ra
Umar bin Khatab atau sering disebut Umar al-faruq yang berarti memisahkan antara hak dan yang batil. Umar bin khatab sosok yang sangat berjasa dalam membela agama islam dan Rasulullah Saw, walaupun pada saat sebelum masuk Islam beliau sangat memusuhi Rasulullah tetapi pada saat masuk Islam Umar bin khatab membela sepenuh hati terhadap Islam dan Rasulullah Saw. Umar bin Khatab merupakan besan atau mertua dari Rasulullah Saw dan merupakan termasuk khulafaur rasyidin ke 2 setelah Abu bakar Ra. Banyak sekali cerita tauladan tentang kebijaksanaan, kesolehan dan keberanian tentang Umar bin khatab maka setiap muslim di dunia sudah tidak asing lagi mendengar nama Umar bin Khatab

2. Abdullah bin Umar ( Ibnu Umar )
Abdullah bin Umar atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Umar merupakan anak dari khalifah Umar bin Khatab sangat terkenal dalam sejarah islam sebagai periwayat Hadits terbanyak ke dua setelah Abu Hurairah Ra beliau meriwayatkan hadits sebanyak 2.630 hadits.

3. Umar bin Abdul Azis
Umar Bin abdul Azis merupakan cicit dari Umar bin Khatab. Dikisahkan bahwa Umar bin Khatab penah menikahkan putranya yang bernama  Asim dengan seorang wanita penjual susu yang jujur. Dari pernikahan tersebut Asim memiliki seorang putri bernama Laila yang menikah dengan Abdul Azis bin Marwan memiki seorang putra bernama Umar bin Abdul Azis.
Umar bin Abdul Aziz merupakan khalifah pada masa Bani Umayah beliau memeritah dengan adil dan makmur sehingga kaum muslim pada saat itu tidak ada yang mau menerima zakat, sehingga harta zakat yang mengunung diiklankan kepada siapa saja yang membutuhkan. Umar bin Abdul Aziz menjabat menjadi khalifah kurang dari 3 tahun. Menurut riwayat beliau meninggal karena diracun oleh pembantunya.

Rabu, 13 Juni 2018

fakta bahwa al-quran merupakan mujizat

Dalam artikel kali ini akan menjelaskan fakta-fakta bahwa al-quran merupakan mujizat dari Allah Swt kepada Rasulullah Saw. Banyak sekali fitnah yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk meragukan bahwa Al-quran adalah mujizat.

Inilah beberapa fakta menarik bahwa Al-quran merupakan mujizat:

1. Rasulullah Saw merupakan nabi yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis)

Allah Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Orang-orang yang mengikut Rasul (yang merupakan) Nabi yang ummi (tidak bisa membaca, menulis, dan menggunakan ilmu hisab) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan hal-hal yang ma’ruf dan melarang mereka dari hal-hal yang mungkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) adalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf: 157)

Dalam surah Al-A'raf: 157 menjelaskan bahwa Rasulullah Saw tidak bisa baca dan menulis, dalam hal ini Allah Swt ingin membuktikan untuk umat manusia bahwa Al-quran merupakan wahyu. Ayat ini juga menghapus fitnah dari kaum Yahudi, yang menuduh bahwa Rasulullah Saw menjiplak dari kitab Taurat dan Injil.


isebutkan dalam ayat lainnya,
وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).” (QS. Al Ankabut: 48)

Coba sekali lagi anda merenungkan kita saja untuk yang bisa baca tulis untuk membuat skripsi untuk menyelesaikan cukup kesulitan dan harus membaca berbagai referensi dari buku yang lain, Jadi satu hal mustahil jika Al-quran merupakan hasil karya manusia, sedangkan Rasulullah Saw merupakan nabi yang ummi bagaimana mungkin mampu membuat Al-quran sebanyak 30 juz jika bukan karena wahyu dari Allah Swt.



2. Al-quran mudah untuk dihapalkan

Fakta menarik dari Al-Quran banyak sekali orang muslim yang menghapalnya sebanyak 30 juz bahkan anak-anak saja mampu menghapalnya. Walaupun dalam bahasa Arab akan tetapi banyak negara yang diluar bangsa Arab mampu menghapalnya, jika anda pernah menyaksikan hafizs cilik yang ditayangkan disebuah acara televisi banyak sekali anak Indonesia yang hapal sampai 30 juz Al-quran yang notabene bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa Indonesia bukan bahasa Arab.

3. Al-quran memiliki bahasa yang sangat indah

Dikisahkan Thufail R.a sebelum memeluk Islam bahwa para kafir Quraisy melarangnya untuk mendengarkan Al-quran yang dibacakan oleh Rasulullah Saw, sampai beliau menutup kupingnya ketika Rasulullah Saw sedang berkutbah dan membaca Al-quran. Sehingga pada suatu hari Thufail merasa penasaran apa yang di sampaikan oleh Muhammad Saw, maka Thufail memutuskan untuk mendengarkan ayat-ayat suci Al-quran karena Thufail seorang ahli sastra puisi pada masa itu, maka beliau dapat membedakan mana kata-kata yang baik mana yang salah. Ketika beliau mendengarkan ayat-ayat Al-quran maka Thufail Ra menyakini itu meerupakan wahyu bukan buatan manusia.