Kamis, 21 Juni 2018

Wanita-Wanita Yang Haram Untuk Dinikahi

A. Wanita-wanita yang haram dinikahi berdasarkan nash Al-Qur'an ada empat belas orang. Tujuh karena nasab (pertalian darah). Mereka adalah:
1. Ibu dan nenek terus ke atas
2. Anak dan cucu terus ke bawah
3. Saudara perempuan
4. Bibi dari pihak ayah
5. Bibi dari pihak ibi
6. Keponakan dari saudara laki-laki
7. Keponakan dari saudara perempuan

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan (An-Nisa' [4] : 23 )

B. Dua orang karena persusuan. Mereka adalah :
1. Ibu susuan
2. saudara perempuan sepersusuan
                                                                      وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ
(Juga) ibu-ibumu yang menyusui kamu dan saudara perempuan sepersusuan. (An-Nisa' [4] :23 )

C. Empat orang karena mushaharah ( hubungan pernikahan ) mereka adalah :
1. Ibu mertua
2.Anak tiri jika ibunya telah digauli
3. Istri ayah (ibu tiri )
4. Istri dari anak laki-laki (menantu )
haramnya Istri bapak berdasarkan firman Allah Swt :
                                                                                                      وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ
Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu ( An-Nisa' [4] ; 22 )

Adapun keharaman ibu mertua, anak tiri jika ibunya telah digauli, dan menantu berdasarkan firman Allah Swt :
وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ 
ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); ( An-nisa' [4] :23 )

D. Satu orang wanita haram dikumpulkan dalam pernikahan, yaitu saudara perempuan dari istri. 
Dasarnya adalah firman Allah Swt :
                                                                         وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ
Dan ( diharamkan pula ) menghimpunkan ( dalam pernikahan ) dua orang wanita yang bersaudara, kecuali yang terjadi pada masa lampau ( An-Nisa' [4] : 23 )

Penjelasanya tidak boleh memiliki dua istri adik kakak. ( poligami )


sumber : Fikih Islam lengkap Madzhab Syafi'i penulis DR. Musthafa Dib Al-Bugha

Rabu, 20 Juni 2018

Tiga Nama Umar Dalam Sejarah Islam

1. Umar bin Khatab Ra
Umar bin Khatab atau sering disebut Umar al-faruq yang berarti memisahkan antara hak dan yang batil. Umar bin khatab sosok yang sangat berjasa dalam membela agama islam dan Rasulullah Saw, walaupun pada saat sebelum masuk Islam beliau sangat memusuhi Rasulullah tetapi pada saat masuk Islam Umar bin khatab membela sepenuh hati terhadap Islam dan Rasulullah Saw. Umar bin Khatab merupakan besan atau mertua dari Rasulullah Saw dan merupakan termasuk khulafaur rasyidin ke 2 setelah Abu bakar Ra. Banyak sekali cerita tauladan tentang kebijaksanaan, kesolehan dan keberanian tentang Umar bin khatab maka setiap muslim di dunia sudah tidak asing lagi mendengar nama Umar bin Khatab

2. Abdullah bin Umar ( Ibnu Umar )
Abdullah bin Umar atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Umar merupakan anak dari khalifah Umar bin Khatab sangat terkenal dalam sejarah islam sebagai periwayat Hadits terbanyak ke dua setelah Abu Hurairah Ra beliau meriwayatkan hadits sebanyak 2.630 hadits.

3. Umar bin Abdul Azis
Umar Bin abdul Azis merupakan cicit dari Umar bin Khatab. Dikisahkan bahwa Umar bin Khatab penah menikahkan putranya yang bernama  Asim dengan seorang wanita penjual susu yang jujur. Dari pernikahan tersebut Asim memiliki seorang putri bernama Laila yang menikah dengan Abdul Azis bin Marwan memiki seorang putra bernama Umar bin Abdul Azis.
Umar bin Abdul Aziz merupakan khalifah pada masa Bani Umayah beliau memeritah dengan adil dan makmur sehingga kaum muslim pada saat itu tidak ada yang mau menerima zakat, sehingga harta zakat yang mengunung diiklankan kepada siapa saja yang membutuhkan. Umar bin Abdul Aziz menjabat menjadi khalifah kurang dari 3 tahun. Menurut riwayat beliau meninggal karena diracun oleh pembantunya.

Rabu, 13 Juni 2018

fakta bahwa al-quran merupakan mujizat

Dalam artikel kali ini akan menjelaskan fakta-fakta bahwa al-quran merupakan mujizat dari Allah Swt kepada Rasulullah Saw. Banyak sekali fitnah yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk meragukan bahwa Al-quran adalah mujizat.

Inilah beberapa fakta menarik bahwa Al-quran merupakan mujizat:

1. Rasulullah Saw merupakan nabi yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis)

Allah Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Orang-orang yang mengikut Rasul (yang merupakan) Nabi yang ummi (tidak bisa membaca, menulis, dan menggunakan ilmu hisab) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan hal-hal yang ma’ruf dan melarang mereka dari hal-hal yang mungkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) adalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf: 157)

Dalam surah Al-A'raf: 157 menjelaskan bahwa Rasulullah Saw tidak bisa baca dan menulis, dalam hal ini Allah Swt ingin membuktikan untuk umat manusia bahwa Al-quran merupakan wahyu. Ayat ini juga menghapus fitnah dari kaum Yahudi, yang menuduh bahwa Rasulullah Saw menjiplak dari kitab Taurat dan Injil.


isebutkan dalam ayat lainnya,
وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).” (QS. Al Ankabut: 48)

Coba sekali lagi anda merenungkan kita saja untuk yang bisa baca tulis untuk membuat skripsi untuk menyelesaikan cukup kesulitan dan harus membaca berbagai referensi dari buku yang lain, Jadi satu hal mustahil jika Al-quran merupakan hasil karya manusia, sedangkan Rasulullah Saw merupakan nabi yang ummi bagaimana mungkin mampu membuat Al-quran sebanyak 30 juz jika bukan karena wahyu dari Allah Swt.



2. Al-quran mudah untuk dihapalkan

Fakta menarik dari Al-Quran banyak sekali orang muslim yang menghapalnya sebanyak 30 juz bahkan anak-anak saja mampu menghapalnya. Walaupun dalam bahasa Arab akan tetapi banyak negara yang diluar bangsa Arab mampu menghapalnya, jika anda pernah menyaksikan hafizs cilik yang ditayangkan disebuah acara televisi banyak sekali anak Indonesia yang hapal sampai 30 juz Al-quran yang notabene bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa Indonesia bukan bahasa Arab.

3. Al-quran memiliki bahasa yang sangat indah

Dikisahkan Thufail R.a sebelum memeluk Islam bahwa para kafir Quraisy melarangnya untuk mendengarkan Al-quran yang dibacakan oleh Rasulullah Saw, sampai beliau menutup kupingnya ketika Rasulullah Saw sedang berkutbah dan membaca Al-quran. Sehingga pada suatu hari Thufail merasa penasaran apa yang di sampaikan oleh Muhammad Saw, maka Thufail memutuskan untuk mendengarkan ayat-ayat suci Al-quran karena Thufail seorang ahli sastra puisi pada masa itu, maka beliau dapat membedakan mana kata-kata yang baik mana yang salah. Ketika beliau mendengarkan ayat-ayat Al-quran maka Thufail Ra menyakini itu meerupakan wahyu bukan buatan manusia.

Kamis, 31 Mei 2018

Kisah Juraij Dan Fitnah Seorang Wanita

Dikisahkan bahwa seorang ahli ibadah bernama Juraij difitnah oleh seorang wanita yang mengaku telah melahirkan anak dari hasil hubungan keduanya. Kejadian itu hampir membuat nyawa Juraij terancam, tetapi atas kuasaAllah Swt, seorang bayi yang dituding sebagai hasil perzinaan Juraij dan wanita tersebut, bisa berbicara sebelum waktunya.

Juraij adalah seorang ahli ibadah yang sebelumnya adalah seorang pedagang, kemudian terpanggil untuk ber-uzlah dari manusia. Suatu ketika, saat Juarij sedang melaksanakan ibadah shalat sunnah, tiba-tiba ibunya memanggil "Wahai Juraij.". Mendengar panggilan tersebut,Juraij berkata dalam hati, Wahai, Rabbku, ,manakah yang harus aku dahulukan, meneruskan shalat atau memenuhi panggilan ibuku? Dalam keadaan semacam itu, akhirnya Juraij lebih memilih meneruskan shalatnya.

Di sisi lain, hati sang ibu diliputi oleh rasa kecewa lantaran panggilannya tidak menuai jawaban , sehingga ia pun pergi. Pada hari berikutnya, kejadian serupa kembali terjadi, hingga terulang ke tiga kalinya. Lantaran tidak kuat menahan rasa kecewa yang mengakar dalam hati, ibunya Juraij berdoa kepada Allah Swt. " Ya Allah, janganlah engkau matikan Juraij hingga ia melihat wanita tunasusila."

Pada saat bersamaan,Bani Israil yang menjadi saksi ketaatan Juraij dalam persoalan ibadah diam-diam menaruh rasa iri dan dengki. Tidak jarang, dalam setiap percakapan, mereka selalu membawa-bawa Juraij serta persoalan ketekunan dalam beribadah. Digerakan oleh rasa iri dan dengki yang mengakar dalam hati mereka, pada akhirnya mereka berinidiatif untuk mecelakakan Juraij. Kebetulan, saat itu juga terdapat seorang wanita tunasusila yang kecantikanya melampui perempuan-perempuan sebayanya.

Singkat cerita, wanita itu ikut nimbrung dalam kerumunan orang-orang yang sedang meperbincangkan ketekunan Juraij dalam hal ibadah. Saat itu, ia berkata kepada mereka, "Jika kalian menghendaki, aku akan menbuat fitnah untuk mencemarkan nama baik Juriaj."

Selang beberapa saat setelah perbincangan tersebut, si wanita mendatangi Juraij yang sedang khusyuk dalam menjalankan ibadahnya. Ia mengeluarkan beragam jurus rayuan untuk menggoda Juraij. Sayangnya, semua jurus yang ia keluarkan tidak satu pun mampu membuat Juraij tergoda. Bahkan, saat itu, Juraij memilih terus melanjutkan ibadahnya tanpa menggubris keberadaan wanita yang bersikeras menggoda dirinya.

Wanita itu kemudian pergi dengan rasa kecewa. Akan tertapi, bukan berarti ia menyerah untuk menjerumuskan Juraij dalam lingkaran fitnah yang ia persiapkan. Saat wanita itu berlalu meninggalkan Juriaj, datanglah seorang penggembala yang berteduh tak jauh dari tempat Juraij menunaikan ibadahnya. Singkat cerita, si wanita pun berzina dengan penggembala tersebut, hingga ia hamil.

Ketika sang wanita melahirkan, orang-orang Bani Israil mulai ramai mepertanyakan ayah bayi tersebut. mendapati pertanyaan semacam itu, si wanita kembali mengeluarkan jurus yang sebelumnya sudah ia persiapkan.

Dengan nada sedikit memelas, ia mengatakan bahwa ayah dari bayinya adalah Juraij. Sontak orang-orang yang mendengar ucapan itu kaget. Tanpa banyak bicara maupum musyawarah, mereka mendatangi Juraij, lalu memaksa keluar dari temat ibadahnya. Setelah itu, mereka beramai-ramai memukuli Juraij sembari mencacinya dengan kata-kata kotor. Bahkan, tempat ibadah yang biasa ia tempati telah dirobohka oleh mereka.  Sementara Juraij yang tidak paham atas sebab musabab mereka melakukan hal yang begitu kejam kepada dirinya, bertanya, "Ada apa ini, mengapa kalian meperlakukan aku seperti ini?"

Mendapati pertanyaan semacam itu, dengan berapi-api, mereka pun menjawab, "Engkau telah berzina dengan wanita ini, hingga melahirkan seorang bayi!"

Mendapati jawaban seperti itu, Juraij kemudian kembali bertanya, "Dimana sekarang bayi itu?"

Mereka pun menghadirkan bayi tersebut sebagai bukti atas kebenaran yang sudah mereka katakan.

Setelah Juraij sejenak melihat bayi tersebut, kemudian ia berkata, "Berikan aku kesempatan untuk mengerjakan shalat."

Seusai mengucapkan kalimat tersebut, kemudian Juraij melaksanakan shalat. setelah melaksanakan shalat, ia beranjak menghampiri bayi tersebut, "Wahai bayi siapakan ayahmu?" tanya Juraij seraya menyentuh perut bayi tersebut.

Dengan kuasa Allah Swt, bayi yang baru lahir itu bisa bicara dengan pasih, lalu memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Juraij.

"Ayahku adalah seorang penggembala." jawabnya.

Serta-merta orang-orang yang berkumpul saat itu berhamburan memeluk Juraij dan menyatakan penyesalan.Mereka meminta maaf denga penuh kesungguhan kepada Juraij.

"Kami akan bangun kembali kembali tempat ibadahmu menggunakan emas!" Ucap mereka sebagai tanda penyesalan yng sangat mendalam.

Mendengar hal itu, Juraij kemudian menimpali, "jangan! cukuplah dari tanah sebagaimana semula."

Setelah kejadian tersebut, mereka membangun kembalai tempat ibadah Juraij sesuai dengan permintaanta, yaitu dengan bahan dari tanah.


sumber : buku berkah-berkah tabungan amal shalih penulis Zen aAbdulrahman

Rabu, 25 April 2018

Setan Mengoda Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Dikisahkan bahwa suatu hari Syekh dan para pengikutnya berjalan kaki dipadang pasir. Saat itu bulan Ramadan dan padang pasir benar-benar panas. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menuturkan:
Aku merasa sangat lelah dan dahaga. Para pengikutku berjalan di depanku. Tiba-tiba sekumpulan awan muncul di atas kepala, seperti payung yang melindungi kami dari terik matahari. Di depan kami muncul sebuah mata air yang jernih dan sebatang pohon kurma sarat dengan buah yang telah masak. Lalu, muncullah cahaya yang lebih terang dari matahari. Dari arah sinar itu terdengar suara, " Hai umat Abdul Qadir, Akulah Tuhanmu! Makan dan minumlah atas orang lain!"
Para pengikutku, yang berada di depanku, berlarian menuju mata air dan pohon kurma itu. Aku berteriak menghentikan mereka. Kutantang sinar itu seraya berteriak,"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk!"


Seketika, awan, cahaya, mata air, ddan pohon kurma itu lenyap. Setan itu berdiri di depan kami dengan rupa yang sangat buruk. Ia bertanya, "Bagaimana kau mengenaliku?" Kukatakan kepada setan yang terkutuk yang telah diusir dari rahmat Allah itu bahwa firman Allah bukalah suara ynag dapat di dengar telinga. Selain itu, aku tahu bahwa hukum Allah bersifat tetap dan berlaku atas semua orang. Dia takkan mengubahnya, atau menghalalkan ynag haram bagi sekelompok orang yang disukai-Nya.

Mndengar ucapanku, setan menggoda agar aku menjadi angkuh, "Hai Abdul Qadir," katanya, "Aku telah memperdaya tujuh puluh nabi dengan muslihat ini. Sungguh ilmumu sangat tinggi daripada para nabi!" Kemudian setan itu menunujuk ke arah pengikutku dan berkata, "Hanya sebanyak inikah pengikutmu? Seharusnya seluruh dunia menjadi pengikutmu karena kau laksana nabi,"

Syekh berkata, "Aku berlindung darimu kepada Allah Yang Maha Mendengar lagiMaha Mengetahui. Bukan ilmu atau kebijaksanaanku yang dapat menyelamatku darimu, melainkan kasih sayang Allah."

Syeh abdul Qadir memandang bahawa segala sesuatu berasal dari Allah. Ia melakukan segala sesuatu hanya karena Allah, dan tidak menisbatkan sesuatu pun kepada makhluk, termasuk kepada dirinya sendiri. Ia selalu mengerjakan apa yang dikatakannya.Ia anggap sma, baik pujian atau cercaan, manfaat atau mudarat. Ilmunya luas dan kebijaksanaanya tinggi. Baginya, orang berilmu yang tak mengamalkan ilmunya laksana keledai yang membawa buku.

Sumber dari buku : Secret of the Secrets ( sirr al asrar)

Jumat, 20 April 2018

Shuhaib Ibnu Sinan memilih Allah Daripada Harta

Tatkala Rasulullah memerintahkan kepada pengikutnya untuk berhijrah ke ranah Yatsrib (Bumi Madinah ) ibnu Sinan menyambutnya sepenuh hati seruan Rasulullah tersebut. Padahal saat itu, ia dikenal sebagai saudagar sukses dan berlimpah harta, setelah sekian tahun bekerja keras menjalankan perniagaanya. Meskipun demikian, Shuhaib rela meninggalkan harta kepemilikannya. Ia lebih memilih Allah daripada harta kekayaan yang telah ia kumpulkan dengan kerja keras bertahun-tahun.

Shuhaib bahkan ingin menjadi orang ketiga dalam hijrah tersebut, disamping Rasulullah dan Abu Bakar. Tetapi, orang-orang Quraisy telah mengatur strategi licik untuk menghadang hijrah Rasulullah. Shuhaib terjbak dalam salah satu perangkap mereka, hingga terhalang untuk hijrah menemani Rasulullah dan Abu Bakar, sementara itu Rasulullah dengan sahabatnya berhasil meloloskan diri atas berkah kasih pertolongan Allah.

Shuhaib berusaha menghidar daari jebakan dan agitasi para Quraisy dengan jalan bersilat lidah, hingga ketika mereka lengah ia naik ke punggung untanya, lau dipacunya hewan itu dengan sekencang-kencangnya menuju sahara luas. Tetapi para punggawa Quraisy mengirim pemburu-pemburu mereka untuk menyusulnya dan usaha mereka berhasil menghadang laju hijrah Shuhaib.

Tatkala berhadap- hadapan dengan para kafir itu, dengan lantang Shuhaib berkata "Wahai orang-orang Quraisy! Kalian semua tahu bahwa aku adalah ahli panah yang handal. Demi Allah, kalian semua takkan berhasil mendekati diriku, jika kau lepaskan semua anak panah yang berada dikantong ini. Aku juga siap mengunakan pedangku untuk menebas kalian, sampai senjata ditanganku habis semua! Ayo majulah ek sini kalau kalian ingin ingin tewas! Tetapi kalau kalian setuju, aku akan tunjukkan tempat penyimpanan harta bendaku, deengan satu syarat, kalian membiarkan aku pergi ke Yastrib.!"

Ternyata tawaran Shuhaib diterima oleh kafir Quraisy, mereka tergiur dengan kekayaan Shuhaib yang berlimpah. Mereka dengan congkak berkata "Memang seharusnya seperti itu, bukankah dahulu waktu kamu datang ke kota kami, kmu adalah seorang ynag miskin. Sekarang hartamu menjadi banyak karena berada ditengah-tengah kami. Dan kamu hendak pergi dari kami dengan semua haratmu!"

Shuhaib kemudian menunjukkan tempat persembunyian hartanya., hingga akhirnya para kafir Quraisy membiarkannya pergi, sementara itu mereka kembali ke Makkah. Dan yang menakjubkan dari semua itu, para kafir seperti kerbau dicokok hidungnya, mereka mempercayai ucapanShuhaib tanpa bimbang atau bersikap waspada, bahwa Shuhaib pandai memanah dan memainkan pedang, hingga mereka tidak meminta suatu bukti, bahkan meminta agar berucap sumpah.

Lebih menakjubkan lagi, Shuhaib rela menyerahkan semua hartanya yang dikumpulkan bertahun-tahun hasil kerja kerasnya., demi bisa berhijrah mengikuti Rasulullah dan Shuhaib bisa melanjutkan lagi perjalanan hijrahnya seorang diri tetapi penuh kebahagiaan, meski harus mengorbankan semua hartanya hingga berhasil menyusul Rasulullah di Quba. Shuhaib lebih memilih Allah daripada harta kekayaanya.

Sesaat sebelum Shuhaib tiba di ranah Madinah, kala itu Rasulullah sedang duduk dikelilingi oleh beberapa shabatnya, ketika mendengar berita kedatangan Shuhaib. Rasulullah  berkata penuh gembira. " Beruntung perdagangamu, hai Abu Yahya! Beruntung perdaganganmu, hai Abu Yahya!". Dan saat itulah turun wahyu dari Allah. "Dan di antara manusia ada yang sedia menebus dirinya demi mengharapkan keridhaan Allah, dan Allah Maha penyantun terhadap hamba-hambaNya!" (Qs al Baqarah 2 : 207 )

Hadits Riwayat Imam Tirmidzi
sumber : buku 33 Rahasia Membuka Pintu Rezeki penulis Abu Umar Hasyim

Sabtu, 14 April 2018

Kisah Nenek yang dermawan

Kisah ini datang dari Abul Hasn Mandani. Beliau mengatakan bahwa saat Hasan, Husein, dan Abdullah bin Ja'far sedang melakukan sebuah perjalan guna menunaikan ibadah haji di Mekah, tiba-tiba saat mereka menempuh perjalanan, unta yang membawa perbekalan mereka telah terpisah.

Mendapati kenyataan itu, akhirnya mereka pun berjalan dalam keadaan lapar dan haus, hingga kemudian mereka bertemu sebuah kemah yang didalamnya terdapat seorang wanita tua. Mereka bertanya kepada wanita tua tersebut, "Apakah engkau memiliki sesuatu yang dapat kami minum?"

Perempuan tua itu pun kemudian memberikan jawaban, "Ya, ada!"
Mendapati jawaban itu, mereka pun bergegas turun dari masing-masing unta yang mereka tumpangi.

"Perahlah susunya kemudian minumlah sedikit-sedikit," ucapnya sembari menunjukan seekor kambing betina yang sangat kurus.

Mereka pun memeras susu kambing betina kepunyaan perempuan tua itu, kemudian meminumnya. Seusai menyelesaikan rasa dahaganya, mereka kemudian bertanya pada perempuan tua itu, Adakah sesuatu yang bisa dimakan?"

Perempuan tua itu pun berkata kepada mereka,"Silahkan salah seorang dari kalian menyembelihnya."
Ia kembali menujuk kambing yang sangat kurus, yang sebelumnya mereka peras susunya.

"Aku akan memasaknya,"sambung perempuan tua tesebut.
Kemudian salah seorang dari mereka menyembelih kambing itu.

Setelah menyelesaikan makan dan minum, pada sore harinya, mereka berpamitan kepada perempuan tua itu guna melanjutkan perjalanan. Salah seorang dari merekaberkata, "Kami adalah orang dari Bani Hasyim. Saat ini, kami sedang melakukan safar untuk ibadah haji. Jika kami selamat sampai ke Madinah, datanglah kepada kami, kami akan membalas kemurahan hatimu."

Seusai mengucapkan sederet kalimat tersebut, merkea pun beranjak pergi melanjutkan perjalanan. Selang beberapa waktu kemudian, Setelah mereka beranjak pergi, suami dari perempuan tua itu datang. Ia pun menceritakan perihal kedatangan Bani Hasyim ke kemahnya, serta kesulitan yang sedang mereka alami kepada suaminya. Mendengar cerita tersebut, si suami kemudian marah dan berkata, "Engkau menyembelih kambing untuk orang asing yang tidak dikenal?"

Perempuan tua itu hanya bisa menjawab, "Mereka dari Bani Hasyim."

Si suami masih marah-marah, sementara perempuan tua tersebut hanya terdiam menyaksikan kemarahan suaminya.

Singkat cerita, suami istri itu kemudian jatuh miskin, hingga kemudian mereka berdua  pergi ke Madinah untuk bekerja sebagai buruh. Sepanjang hari, mereka berdau mengambil kotoran hewan kemudian mengeringkannya. Setelah itu mereka menjualnya. Uang hasil penjualanya mereka gunakan untuk bertahan hidup. Hingga pada suatu hari, tanpa disangka, saat perempuan tua tersebut sedang memungut kotoran hewan, pada saat bersamaan, Hasan sedang duduk depan rumahnya.

Ketika perempuan tua itu menyelesaikan pekerjaanya, kemudian hendak berlalu, Hasan melihatnya. Setelah mengamati beberapa saat, kemudian Hasan menyruh salah seorang hamba sahayanya untuk memanggil perempuan tua itu. Tidak lama kemudian, Perempuan tau itu pun sudah ada di hadapannya.

"Wahai, hamba Allah, apakah engkau mengenalku?" tanya Hasan kepada perempuan tua itu.

Si perempuan tua itu menjawab, "Aku tidak mengenalmu."
"Aku adalah tamu yang pernah meminum susu kambing dan memakan dagingnya," ucap Hasan mencoba mengantarkan ingatan perempuan tua itu saat menolong dirinya beserta Husein dan Abdullah bin Ja'far.

Kemudian perempuan itu kembali berucap, "Demi Allah, engkaukah tamuku saat itu?"
"Ya,akulah tamumu," jawab Hasan m,emberikan kepastian kepada perempuan tua itu.

Setelah berbincang-bincang beberapa hal, kemudian Hasan menyuruh salah seorang hamba sahayanya untuk membelikan seribu ekor kambing untuk diberikan kepada perempuan tua tersebut. Selain itu, ia juga menghadiahkan uang seribu dinar untuknya. Kemudian Hasan menyuruhnya pada salah seorang hamba sahayanya untk membawanya menemui adiknya, Husein.

Sesampainya di hadapan Husein, kemudian ia bertanya kepada perempuan tua itu, "Balasan apa yang diberikan oleh kakakku?"
"Seribu emkor kambing dan seribu dinar," jawabnya dengan penuh kejujuran.
Kemudian Husein memberikan hal yang serupa kepada perempuan tua itu, yaitu seribu ekor kambing dan uang seribu dinar. Setelah menyerahkan semua pemberiannya tersebut, kemudian ia menyuruh hamba sahayanya untuk mengantarkan si perempuan tua tersebut kepada Abdullah bin Ja'far. Tidak jauh berbeda dengan apa yang dillakukan Husein, Abdullah bin Ja'far menyelidiki apa yng diberikan oleh kedua cucu Rasulullah Saw tersewbut kepada perempuan tua yang telah sedemikian tulus pernah memudahkan kesulitan yang sempat mereka alami.

"Jika engkau datang kepadaku terlebih dahulu, aku akan memberimu lebih dari ini," ucapnya sembari menyerahkan uang sebesar dua ribu dinar sekaligus dua ribu ekor kambing.

Diliputi rasa syukur dan bahagia, perempuan tua itu kemudian bergegas menemui suaminya. Setelah menyerahkan uang sebesar empat ribu dinar dan empat ribu ekor kambing, perempuan tua itu berkata kepada suaminya, " Ini sebgai gantinya kambing kita yang lemah itu,"

kisah tersebut diadaptasi dari fadhilahsedekah.blogspot.com
sumber : buku Berkah-Berkah Tabungan Amal Shalih penulis Zen Abdurrahman   

Kamis, 12 April 2018

Kekuatan Dari Sedekah

Rasulullah berkata: Takala Allah Swt menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yaang telah diberikannya, lantas bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya?. Wahai Rabb (Tuhan), adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat dari pada gunung? Allah menjawab; Ada, yaitu besi. para malaikat pun kembali bertanya Wahai Rabb, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lerbih kuat dari pada besi?. Allah menjawab; Ada, yaitu Api. Bertanya kembali para malaikat.Wahai Rabb, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daari pada api?. Allah menjawab; Ada, yaitu Air. Para malaikat bertanya. Wahai Rabb, adakah sesuatu penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?. Allah menjawab; Ada, yaitu Angin. Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, Wahai Rabb adakah sesuatu penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?. Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab; Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.

Sumber : hadits Riwayat Imam Tirmdzi dan Imam Ahmad
kutipan dari buku :33 Rahasia Membuka Pintu rezeki
karangan: Abu umar Hasyim

Kisah Abu Bakar Dan Pengemis Yahudi

Pernah ada seorang pengemis Yahudi buta yang tinggal disudut pasar Madinah, setiap harinya si Yahudi selalu berkata kepada orang yang mendekatinya. "Wahai saudaraku, jangan mendekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya."

Namun setiap pagi Muhammad Rasulullah mendatanginya dengan  membawa makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, sedangkan  pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Muhammad manusia yang ia benci dan musuhi. Rasulullah melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Sepeninggalan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada si pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar as Shiddiq sahabat terdekat Rasulullah berkunjung kepada rumah putrinya yang bernama Aisyah, dan Abu Bakar bertanya kepada putrinya itu. "Anakku, adakah kebiasaan karib kekasihku yang belum aku kerjakan?". Aisyah menjawab "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunah dan hampir tidak ada satu kebiasaanya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja." Abu Bakar bekata " Apakah itu wahai putriku?" Aisyah menjawab "Setiap pagi Rasulullah selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana."

Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu, lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil sambil menghardik. "Siapa kamu?" Abu Bakar menjawab "Aku orang yang biasa mendatangi dirimu." Si pengemis Yahudi buta itu berkata culas."Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku."

Si pengemis Yahudi melanjutkan ujarannya. "Apabila ia datang kepadaku tidak usah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini menguyah dan orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku."

Abu Bakar tak kuasa menahan butir-butir air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu. Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad utusan Allah.

Usai mendengarkan penjelasan Abu Bakar, seketika itu juga si pengemis Yahudi itu menangis histeris. Ia lalu berkata "Benarkah demikian? selama ini aku selalu menghinanya, menfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikit pun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Oh, Tuhan ia begitu sangat mulia." Pada detik itu pula si pengemis Yahudi buta itu mengikrarkan Syahadat di hadapan Abu Bakar, dan sejak hari itu menjadi muslim.

sumber: Hadits Riwayat Imam Tirmidzi