Sabtu, 14 April 2018

Kisah Nenek yang dermawan

Kisah ini datang dari Abul Hasn Mandani. Beliau mengatakan bahwa saat Hasan, Husein, dan Abdullah bin Ja'far sedang melakukan sebuah perjalan guna menunaikan ibadah haji di Mekah, tiba-tiba saat mereka menempuh perjalanan, unta yang membawa perbekalan mereka telah terpisah.

Mendapati kenyataan itu, akhirnya mereka pun berjalan dalam keadaan lapar dan haus, hingga kemudian mereka bertemu sebuah kemah yang didalamnya terdapat seorang wanita tua. Mereka bertanya kepada wanita tua tersebut, "Apakah engkau memiliki sesuatu yang dapat kami minum?"

Perempuan tua itu pun kemudian memberikan jawaban, "Ya, ada!"
Mendapati jawaban itu, mereka pun bergegas turun dari masing-masing unta yang mereka tumpangi.

"Perahlah susunya kemudian minumlah sedikit-sedikit," ucapnya sembari menunjukan seekor kambing betina yang sangat kurus.

Mereka pun memeras susu kambing betina kepunyaan perempuan tua itu, kemudian meminumnya. Seusai menyelesaikan rasa dahaganya, mereka kemudian bertanya pada perempuan tua itu, Adakah sesuatu yang bisa dimakan?"

Perempuan tua itu pun berkata kepada mereka,"Silahkan salah seorang dari kalian menyembelihnya."
Ia kembali menujuk kambing yang sangat kurus, yang sebelumnya mereka peras susunya.

"Aku akan memasaknya,"sambung perempuan tua tesebut.
Kemudian salah seorang dari mereka menyembelih kambing itu.

Setelah menyelesaikan makan dan minum, pada sore harinya, mereka berpamitan kepada perempuan tua itu guna melanjutkan perjalanan. Salah seorang dari merekaberkata, "Kami adalah orang dari Bani Hasyim. Saat ini, kami sedang melakukan safar untuk ibadah haji. Jika kami selamat sampai ke Madinah, datanglah kepada kami, kami akan membalas kemurahan hatimu."

Seusai mengucapkan sederet kalimat tersebut, merkea pun beranjak pergi melanjutkan perjalanan. Selang beberapa waktu kemudian, Setelah mereka beranjak pergi, suami dari perempuan tua itu datang. Ia pun menceritakan perihal kedatangan Bani Hasyim ke kemahnya, serta kesulitan yang sedang mereka alami kepada suaminya. Mendengar cerita tersebut, si suami kemudian marah dan berkata, "Engkau menyembelih kambing untuk orang asing yang tidak dikenal?"

Perempuan tua itu hanya bisa menjawab, "Mereka dari Bani Hasyim."

Si suami masih marah-marah, sementara perempuan tua tersebut hanya terdiam menyaksikan kemarahan suaminya.

Singkat cerita, suami istri itu kemudian jatuh miskin, hingga kemudian mereka berdua  pergi ke Madinah untuk bekerja sebagai buruh. Sepanjang hari, mereka berdau mengambil kotoran hewan kemudian mengeringkannya. Setelah itu mereka menjualnya. Uang hasil penjualanya mereka gunakan untuk bertahan hidup. Hingga pada suatu hari, tanpa disangka, saat perempuan tua tersebut sedang memungut kotoran hewan, pada saat bersamaan, Hasan sedang duduk depan rumahnya.

Ketika perempuan tua itu menyelesaikan pekerjaanya, kemudian hendak berlalu, Hasan melihatnya. Setelah mengamati beberapa saat, kemudian Hasan menyruh salah seorang hamba sahayanya untuk memanggil perempuan tua itu. Tidak lama kemudian, Perempuan tau itu pun sudah ada di hadapannya.

"Wahai, hamba Allah, apakah engkau mengenalku?" tanya Hasan kepada perempuan tua itu.

Si perempuan tua itu menjawab, "Aku tidak mengenalmu."
"Aku adalah tamu yang pernah meminum susu kambing dan memakan dagingnya," ucap Hasan mencoba mengantarkan ingatan perempuan tua itu saat menolong dirinya beserta Husein dan Abdullah bin Ja'far.

Kemudian perempuan itu kembali berucap, "Demi Allah, engkaukah tamuku saat itu?"
"Ya,akulah tamumu," jawab Hasan m,emberikan kepastian kepada perempuan tua itu.

Setelah berbincang-bincang beberapa hal, kemudian Hasan menyuruh salah seorang hamba sahayanya untuk membelikan seribu ekor kambing untuk diberikan kepada perempuan tua tersebut. Selain itu, ia juga menghadiahkan uang seribu dinar untuknya. Kemudian Hasan menyuruhnya pada salah seorang hamba sahayanya untk membawanya menemui adiknya, Husein.

Sesampainya di hadapan Husein, kemudian ia bertanya kepada perempuan tua itu, "Balasan apa yang diberikan oleh kakakku?"
"Seribu emkor kambing dan seribu dinar," jawabnya dengan penuh kejujuran.
Kemudian Husein memberikan hal yang serupa kepada perempuan tua itu, yaitu seribu ekor kambing dan uang seribu dinar. Setelah menyerahkan semua pemberiannya tersebut, kemudian ia menyuruh hamba sahayanya untuk mengantarkan si perempuan tua tersebut kepada Abdullah bin Ja'far. Tidak jauh berbeda dengan apa yang dillakukan Husein, Abdullah bin Ja'far menyelidiki apa yng diberikan oleh kedua cucu Rasulullah Saw tersewbut kepada perempuan tua yang telah sedemikian tulus pernah memudahkan kesulitan yang sempat mereka alami.

"Jika engkau datang kepadaku terlebih dahulu, aku akan memberimu lebih dari ini," ucapnya sembari menyerahkan uang sebesar dua ribu dinar sekaligus dua ribu ekor kambing.

Diliputi rasa syukur dan bahagia, perempuan tua itu kemudian bergegas menemui suaminya. Setelah menyerahkan uang sebesar empat ribu dinar dan empat ribu ekor kambing, perempuan tua itu berkata kepada suaminya, " Ini sebgai gantinya kambing kita yang lemah itu,"

kisah tersebut diadaptasi dari fadhilahsedekah.blogspot.com
sumber : buku Berkah-Berkah Tabungan Amal Shalih penulis Zen Abdurrahman   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar