Tatkala Rasulullah memerintahkan kepada pengikutnya untuk berhijrah ke ranah Yatsrib (Bumi Madinah ) ibnu Sinan menyambutnya sepenuh hati seruan Rasulullah tersebut. Padahal saat itu, ia dikenal sebagai saudagar sukses dan berlimpah harta, setelah sekian tahun bekerja keras menjalankan perniagaanya. Meskipun demikian, Shuhaib rela meninggalkan harta kepemilikannya. Ia lebih memilih Allah daripada harta kekayaan yang telah ia kumpulkan dengan kerja keras bertahun-tahun.
Shuhaib bahkan ingin menjadi orang ketiga dalam hijrah tersebut, disamping Rasulullah dan Abu Bakar. Tetapi, orang-orang Quraisy telah mengatur strategi licik untuk menghadang hijrah Rasulullah. Shuhaib terjbak dalam salah satu perangkap mereka, hingga terhalang untuk hijrah menemani Rasulullah dan Abu Bakar, sementara itu Rasulullah dengan sahabatnya berhasil meloloskan diri atas berkah kasih pertolongan Allah.
Shuhaib berusaha menghidar daari jebakan dan agitasi para Quraisy dengan jalan bersilat lidah, hingga ketika mereka lengah ia naik ke punggung untanya, lau dipacunya hewan itu dengan sekencang-kencangnya menuju sahara luas. Tetapi para punggawa Quraisy mengirim pemburu-pemburu mereka untuk menyusulnya dan usaha mereka berhasil menghadang laju hijrah Shuhaib.
Tatkala berhadap- hadapan dengan para kafir itu, dengan lantang Shuhaib berkata "Wahai orang-orang Quraisy! Kalian semua tahu bahwa aku adalah ahli panah yang handal. Demi Allah, kalian semua takkan berhasil mendekati diriku, jika kau lepaskan semua anak panah yang berada dikantong ini. Aku juga siap mengunakan pedangku untuk menebas kalian, sampai senjata ditanganku habis semua! Ayo majulah ek sini kalau kalian ingin ingin tewas! Tetapi kalau kalian setuju, aku akan tunjukkan tempat penyimpanan harta bendaku, deengan satu syarat, kalian membiarkan aku pergi ke Yastrib.!"
Ternyata tawaran Shuhaib diterima oleh kafir Quraisy, mereka tergiur dengan kekayaan Shuhaib yang berlimpah. Mereka dengan congkak berkata "Memang seharusnya seperti itu, bukankah dahulu waktu kamu datang ke kota kami, kmu adalah seorang ynag miskin. Sekarang hartamu menjadi banyak karena berada ditengah-tengah kami. Dan kamu hendak pergi dari kami dengan semua haratmu!"
Shuhaib kemudian menunjukkan tempat persembunyian hartanya., hingga akhirnya para kafir Quraisy membiarkannya pergi, sementara itu mereka kembali ke Makkah. Dan yang menakjubkan dari semua itu, para kafir seperti kerbau dicokok hidungnya, mereka mempercayai ucapanShuhaib tanpa bimbang atau bersikap waspada, bahwa Shuhaib pandai memanah dan memainkan pedang, hingga mereka tidak meminta suatu bukti, bahkan meminta agar berucap sumpah.
Lebih menakjubkan lagi, Shuhaib rela menyerahkan semua hartanya yang dikumpulkan bertahun-tahun hasil kerja kerasnya., demi bisa berhijrah mengikuti Rasulullah dan Shuhaib bisa melanjutkan lagi perjalanan hijrahnya seorang diri tetapi penuh kebahagiaan, meski harus mengorbankan semua hartanya hingga berhasil menyusul Rasulullah di Quba. Shuhaib lebih memilih Allah daripada harta kekayaanya.
Sesaat sebelum Shuhaib tiba di ranah Madinah, kala itu Rasulullah sedang duduk dikelilingi oleh beberapa shabatnya, ketika mendengar berita kedatangan Shuhaib. Rasulullah berkata penuh gembira. " Beruntung perdagangamu, hai Abu Yahya! Beruntung perdaganganmu, hai Abu Yahya!". Dan saat itulah turun wahyu dari Allah. "Dan di antara manusia ada yang sedia menebus dirinya demi mengharapkan keridhaan Allah, dan Allah Maha penyantun terhadap hamba-hambaNya!" (Qs al Baqarah 2 : 207 )
Hadits Riwayat Imam Tirmidzi
sumber : buku 33 Rahasia Membuka Pintu Rezeki penulis Abu Umar Hasyim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar